DomaiNesia

Kamis, 29 Juli 2021

Palu 2 Kali Diguncang Gempa, Warga Diminta Berhati-Hati Gempa Susulan

Seismograf, alat pencatat getaran gempa. Ilustrasi gempa bumi
Seismograf, alat perekam getaran gempa (Robby Bernardi/detikcom)

Jakarta - Gempa bermagnitudo (M) 4,1 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, siang tadi. Gempa terasa kencang sampai warga berhamburan keluar dari rumah.

Kekuatan gempa dicicipi sedang oleh warga di Kabupaten Sigi. Warga di Kabupaten Sigi juga ketakutan dan keluar dari rumah.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan gempa terjadi hari ini (10/7/2021) pukul 14.57 waktu setempat. Meski gempa dirasa kencang sampai menghasilkan warga panik, BPBD Palu menyampaikan belum ada laporan kerusakan rumah warga.

BPBD Palu sampai ketika ini masih mengawasi suasana di lapangan dan melaporkan keadaan sudah mulai kondusif. Sementara itu, BMKG mengumumkan parameter gempa M4,1 dengan sentra gempa berada di darat 9 km arah selatan Kota Palu.

Gempa berkedalaman 7 km. BMKG juga melaporkan gempa tidak potensial tsunami.

Selang satu jam setelahnya, tepatnya pukul 16.36 waktu setempat, BMKG melaporkan adanya gempa susulan dengan magnitudo (M) 2.7. Pusat gempa susulan berada di darat 10 km arah selatan dari Kota Palu.

Ada Gempa Susulan

Dalam informasi pers Abdul Muhari, Palu dan Sigi juga diguncang gempa susulan selang satu jam sehabis gempa pertama, tepatnya pukul 16.36 waktu setempat. Gempa kedua bermagnitudo 2,7.

"Selang satu jam setelahnya, tepatnya pukul 16.36 waktu setempat, BMKG melaporkan adanya gempa susulan dengan magnitudo (M) 2,7. Pusat gempa susulan berada di darat 10 km arah selatan Kota Palu," kata Abdul.

Menurut BMKG, gempa yang terjadi ialah gempa dangkal yang dipicu oleh acara Sesar Palu Koro. BMKG mencatat kekuatan gempa dengan skala MMI di Palu dan Sigi berada pada III - IV MMI.

Menurut analisis InaRISK, Provinsi Sulawesi Tengah memiliki potensi ancaman gempa bumi dengan klasifikasi sedang sampai tinggi. Sebanyak 13 wilayah tata kelola setingkat kabupaten dan kota atau seluas 416.501 hektar berada dalam potensi ancaman tersebut.

Sementara di Kota Palu, sebanyak 8 kecamatan atau 8.530 hektare memiliki potensi ancaman gempa bumi sedang sampai tinggi.

Kota Palu terletak pada jalur Sesar Palu Koro. Sejarah mencatat pada 2018 terjadi gempa M 7,5. Peristiwa tersebut juga diiringi tsunami dan likuifaksi dengan korban 4.340 jiwa.

"Melihat kajian di atas dan histori peristiwa tragedi geologi di kawasan ini, warga diminta senantiasa siaga dan berhati-hati kepada adanya potensi gempa susulan. BNPB juga terus memonitor dan berkoordinasi dengan BPBD lokal untuk mendapat info terkini terkait keadaan di lapangan," pungkas Abdul Muhari.

Rabu, 28 Juli 2021

Ma'ruf Cahyono Sebut Tugas Dpd Dapat Lebih Besar Sejahterakan Rakyat

Maruf Cahyono
Foto: MPR

Jakarta - Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono menyebut DPD selaku forum negara yakni salah satu bagian kekuatan nasional dalam metode ketatanegaraan Indonesia. Dengan eksistensinya yang sungguh strategis, DPD dibutuhkan bisa memainkan kiprahnya secara optimal dalam merealisasikan tujuan nasional sebagaimana diamanatkan oleh para pendiri negara dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar NRI Tahun 1945.

"Untuk memainkan tugas yang lebih besar sesuai dengan hakikat keberadaannya, maka DPD mesti keluar dari perangkap normatif yuridis konstitusional yang telah secara limitatif dimandatkan oleh konstitusi. Karena menyaksikan sejarah pembentukannya, DPD lahir untuk tujuan yang lebih besar dalam rangka memperkokoh kedaulatan NKRI untuk merealisasikan kemakmuran penduduk (Respublika)," ungkapnya dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).

Dalam webinar dengan tema 'Optimalisasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dalam Rangka Penguatan Demokrasi di Indonesia' pada Sabtu (10/7), Ma'ruf menyodorkan makalah dengan judul 'DPD dalam Perspektif Ideologi dan Konstitusi'.

Ma'ruf menerangkan original intens lahirnya DPD dalam metode Ketatanegaraan Indonesia. Sebagai salah satu perangkat forum negara, kelahiran DPD dibutuhkan memiliki eksistensi dalam menemani proses berbangsa dan bernegara Indonesia, merekatkan keberagaman memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

Menurut Ma'ruf, selaku representasi daerah, eksistensi DPD dibutuhkan sanggup menjadi jembatan aspirasi dan agregasi kepentingan tempat dalam pengambilan kebijakan nasional yang berorientasi tumbuhnya demokratisasi dan kemakmuran penduduk daerah. Harapan kemunculan DPD bisa terwujud kalau DPD mengoptimalkan kiprahnya dalam mensinergikan kebijakan pembangunan tempat dan nasional secara komprehensif, integratif dan berkelanjutan.

"Oleh alasannya yakni itu, membicarakan optimalisasi tugas DPD mesti dengan kacamata yang lebih luas, dengan menyaksikan latar belakang pembentukannya baik secara historis, filosofis, maupun sosiologis, sehingga sanggup menyaksikan tugas dan fungsinya secara komprehensif dan holistik," ujarnya.

"Karena itu, mengatakan wacana optimalisasi tugas DPD mesti dikembalikan terhadap kontekstualitas yang melatari pembentukannya yakni merealisasikan cita negara persatuan, cita negara demokrasi, dan cita negara hukum," imbuh Ketua Keluarga Alumni Fakultas Hukum Unsoed ini.

Ma'ruf menyampaikan pada tataran supra struktur politik negara, DPD juga memiliki tugas penting yakni selaku kekuatan penyeimbang dalam pelaksanaan checks and balances antar lembaga-lembaga negara. Sekarang tidak ada lagi satu forum yang memiliki kekuasaan yang sungguh powerful, semua forum negara memiliki kedudukan yang setara, yang membedakan yakni fungsi-fungsinya yang suprematif atas mandat konstitusi.

"Checks and balances pasti tidak dalam konteks intervensi terlebih mencampuri kewenangan antar forum negara, tetapi dalam kontek membangun sinergi, kerja sama, kerja bergotong royong dalam satu visi merealisasikan tujuan nasional," jelasnya.

Ma'ruf menguraikan dalam konteks demokratisasi misalnya, DPD hadir selaku instrumen yang mewakili daerah, mewakili ruang hidup (wilayah), sehingga secara substansial prinsip dasar demokrasi Abraham Lincoln (dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat) sanggup terwujud dalam penyelenggaraan pemerintahan negara Indonesia.

Prinsip semua rakyat mesti terwakili yakni esensi demokrasi substansial ala Indonesia yakni sila ke empat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

"Dalam konteks demokrasi Indonesia, semua terwakili, tidak ada kepentingan rakyat yang ditinggalkan sebagaimana dalam metode MPR dulu, ada delegasi tempat dan delegasi golongan. Sekarang ada Dewan Perwakilan Daerah, jadi kesempatannya semua terwakili, semua kalangan dan golongan, secara filosofis mesti terwakili lewat reperentasi DPD," ujarnya.

Dengan fungsi representasi yang sungguh luas, lanjut Ma'ruf, eksistensi DPD juga mesti bisa berperan dalam pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Desentralisasi dan otonomi tempat yakni faktor yang sungguh penting alasannya yakni terkait dengan mempertahankan persatuan bangsa dan kesatuan negara.

"Untuk itu lewat azas desentralisasi dan otonomi daerah, DPD selaku forum legislasi, mesti berperan dalam mensinergikan kebijakan pembangunan tempat dan pusat," terangnya.

Selain itu, Ma'ruf menyertakan DPD memiliki tugas dalam merekat keberagaman dan kohesi sosial masyarakat. Menurutnya, kita bangsa yang beraneka ragam dan syarat perbedaan. Sifat perbedaan itu yakni eksklusif, sehingga kalau tidak diatur dengan baik, maka eksklusifitas yang tajam akan meningkat menjadi pertentangan sosial dan ketidakpercayaan masyarakat. Ini berpeluang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kalau cuma menyaksikan kewenangan DPD yang ada dalam Pasal 22D Undang-Undang Dasar NRI Tahun 1945, tentu akan terbatas pada mandat imperatif dan distribusi kekuasaan. Oleh alasannya yakni itu DPD mesti dilihat secara kontekstual dalam kerangka metode bernegara. Bukankah para pendiri bangsa telah mengingatkan bahwa yang lebih penting yakni semangat para penyelenggara negara," ujarnya.

"Terkait wilayah ruang hidup, tempat kepulauan, perbatasan, sumberdaya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. Semua itu penting. Ini bangsa besar, tidak dapat semua dijalankan sendiri, ada hubungan kelembagaan yang mesti dioptimalkan, pasti mesti dalam koridor konstitusi. Itu tugas para senator menurut saya," sambungnya.

Pada bab akhir, Ma'ruf menampilkan catatan penegasan terkait implementasi tugas DPD dalam politik aturan kebijakan pembangunan tempat yang mesti sinergi dengan kebijakan pembangunan nasional, upaya DPD merekatkan keberagamaan terkait paham radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Juga terhadap efektivitas pelaksanaan desentralisasi dan otonomi tempat dalam rangka reorientasi dan sinergi kebijakan tempat dan nasional untuk menjawab tantangan global. Reorientasi dan pembiasaan mutlak dilakukan kalau DPD ingin mengoptimalkan perannya.

Selain Ma'ruf Cahyono, webinar yang diselenggarakan Advokat Alumni Unsoed (AAU) Purwokerto yang diprakarsai oleh Herry Suherman selaku Ketua AAU ini mendatangkan narasumber Dr. Abdul Kholik (Wakil Ketua Komite I DPD RI), Prof Dr. Muhamad Fauzan (Guru Besar Hukum Tata Negara). Bertindak selaku moderator yakni Sugeng Riyadi (Dekan Fakultas Sosial, Ekonomi dan Humaniora, UNU Purwokerto).

Selasa, 27 Juli 2021

Palu 2 Kali Diguncang Gempa, Warga Diminta Berhati-Hati Gempa Susulan

Seismograf, alat pencatat getaran gempa. Ilustrasi gempa bumi
Seismograf, alat perekam getaran gempa (Robby Bernardi/detikcom)

Jakarta - Gempa bermagnitudo (M) 4,1 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, siang tadi. Gempa terasa kencang sampai warga berhamburan keluar dari rumah.

Kekuatan gempa dinikmati sedang oleh warga di Kabupaten Sigi. Warga di Kabupaten Sigi juga ketakutan dan keluar dari rumah.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan gempa terjadi hari ini (10/7/2021) pukul 14.57 waktu setempat. Meski gempa dirasa kencang sampai menghasilkan warga panik, BPBD Palu menyampaikan belum ada laporan kerusakan rumah warga.

BPBD Palu sampai di sekarang ini masih mengawasi suasana di lapangan dan melaporkan keadaan sudah mulai kondusif. Sementara itu, BMKG menunjukkan parameter gempa M4,1 dengan sentra gempa berada di darat 9 km arah selatan Kota Palu.

Gempa berkedalaman 7 km. BMKG juga melaporkan gempa tidak berpeluang tsunami.

Selang satu jam setelahnya, tepatnya pukul 16.36 waktu setempat, BMKG melaporkan adanya gempa susulan dengan magnitudo (M) 2.7. Pusat gempa susulan berada di darat 10 km arah selatan dari Kota Palu.

Ada Gempa Susulan

Dalam pemberitahuan pers Abdul Muhari, Palu dan Sigi juga diguncang gempa susulan selang satu jam sehabis gempa pertama, tepatnya pukul 16.36 waktu setempat. Gempa kedua bermagnitudo 2,7.

"Selang satu jam setelahnya, tepatnya pukul 16.36 waktu setempat, BMKG melaporkan adanya gempa susulan dengan magnitudo (M) 2,7. Pusat gempa susulan berada di darat 10 km arah selatan Kota Palu," kata Abdul.

Menurut BMKG, gempa yang terjadi ialah gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Palu Koro. BMKG mencatat kekuatan gempa dengan skala MMI di Palu dan Sigi berada pada III - IV MMI.

Menurut analisis InaRISK, Provinsi Sulawesi Tengah memiliki potensi ancaman gempa bumi dengan klasifikasi sedang sampai tinggi. Sebanyak 13 daerah tata kelola setingkat kabupaten dan kota atau seluas 416.501 hektar berada dalam potensi ancaman tersebut.

Sementara di Kota Palu, sebanyak 8 kecamatan atau 8.530 hektare memiliki potensi ancaman gempa bumi sedang sampai tinggi.

Kota Palu terletak pada jalur Sesar Palu Koro. Sejarah mencatat pada 2018 terjadi gempa M 7,5. Peristiwa tersebut juga diiringi tsunami dan likuifaksi dengan korban 4.340 jiwa.

"Melihat kajian di atas dan histori kejadian tragedi geologi di tempat ini, warga diminta senantiasa siaga dan berhati-hati kepada adanya potensi gempa susulan. BNPB juga terus memonitor dan berkoordinasi dengan BPBD lokal untuk mendapat info terkini terkait keadaan di lapangan," pungkas Abdul Muhari.

Senin, 26 Juli 2021

Memperbaiki Sikap Dalam Mengurus Keuangan

Memperbaiki Perilaku dalam Mengelola Keuangan

JakartaJudul: The Psychology of Money: Pelajaran Abadi mengenai Kekayaan, Ketamakan, dan Kebahagiaan; Penulis: Morgan Housel; Penerjemah: Zia Anshor; Penerbit: Baca, Mei 2021; Tebal: 238 Halaman

Kepedulian penduduk kita mengenai finansial sepertinya mulai meningkat. Hal ini sanggup dilihat dari hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka melaporkan bahwa pada 2019, indeks literasi keuangan penduduk Indonesia meraih 38,03%. Angka ini naik dibanding 2016 yang cuma sebesar 29,7%.

Peningkatan ini juga terlihat dari kian banyaknya informasi dan edukasi mengenai keuangan yang timbul di banyak sekali media. Di media sosial, ada banyak akun yang membahas mengenai bagaimana mengendalikan dan mempersiapkan keuangan. Begitu pula di media cetak, baik itu dalam bentuk majalah dan buku.

Bicara mengenai buku, baru-baru ini ada satu buku yang cukup terkenal mengenai keuangan. Buku tersebut berjudul The Psychology of Money yang ditulis oleh Morgan Housel. Ia merupakan mantan kolumnis di The Wall Street Journal dan The Motley Fool (perusahaan yang memamerkan nasihat keuangan dan investasi). Berbeda dengan buku-buku finansial lainnya, buku yang sudah mendapat predikat international bestseller ini berkonsentrasi pada faktor yang lebih mendasar, yakni mengenai bagaimana psikologi insan saat berhadapan dengan uang.

Pengambilan sudut pandang yang demikian bermula saat ia menulis pertama kali mengenai keuangan pada 2008. Saat itu krisis ekonomi tengah berkecamuk. Terhadap kejadian tersebut, para piawai condong menganalisisnya dengan menggunakan teori dan aturan ekonomi semata. Akibatnya, klarifikasi mereka menjadi terlampau mekanistik dan abai kepada tabiat insan selaku pelaku utama.

Bagi Housel, balasan mereka yang demikian itu hasilnya menjadi kurang memuaskan. Ia kemudian mengajukan tesis yang berbeda; ia meyakini bahwa akar permasalahan ekonomi sejatinya terletak pada sikap dan tata cara berpikir insan (psikologis). Pandangannya tersebut bertahan hingga sekarang, dan premis buku ini merupakan mengenai itu.

Housel mengatakan, "Mengelola duit dengan baik tidak ada relevansinya dengan kecerdasan Anda dan lebih banyak bermitra dengan sikap Anda." Dalam kendala yang lebih konkret, ia menjelaskan, "Untuk mengerti mengapa orang terjebak utang, Anda tak perlu belajar suku bunga; Anda perlu belajar sejarah ketamakan, kegelisahan, dan optimisme."

Jadi, mengerti psikologi insan saat menggunakan dan mengurus duit merupakan hal mendasar sebelum kita mengatakan mengenai taktik dan teori keuangan.

Kaya dan Kekayaan
Buku ini berisikan dua puluh bab. Tulisan dalam setiap babnya ringkas, sederhana, dan sering dibubuhi dengan cerita. Gaya goresan pena yang demikian menjadikannya menjadi mudah untuk dipahami. Meski begitu, tulisannya ditopang dengan argumen-argumen yang cukup kuat.

Pertama-tama, dalam buku ini Housel menerangkan bahwa setiap orang memiliki set nilai yang berlainan mengenai cara kerja uang. Perbedaan ini dipengaruhi oleh pengalaman, situasi, dan keadaan kehidupan mereka. Oleh alasannya merupakan itu, kita sanggup menyaksikan betapa beragamnya cara insan dalam menatap dan mengurus duit mereka. Bahkan, sikap mereka bisa terlihat tidak masuk nalar dibanding dengan opsi kita ataupun orang lain. Begitu pula sebaliknya.

Hal mendasar yang lain yang penting dari buku ini merupakan saat mengatakan mengenai fungsi uang. Saat kita berusaha menghimpun uang, yang sejatinya ingin kita miliki merupakan waktu dan pilihan. Apabila kita memiliki persediaan duit yang cukup, kita lantas punya kontrol atas waktu. Kita juga menjadi bebas untuk mengerjakan apa yang ingin kita lakukan. Oleh karenanya, kita perlu memiliki kekayaan. Namun, mesti dimengerti apalagi dulu bahwa Housel membedakan antara apa itu "kaya" dan "kekayaan".

Ini menarik. Bagi Housel, kaya "merujuk pada pemasukan sekarang." Sementara kekayaan merupakan "pendapatan yang tak dibelanjakan." Kaya terkait dekat dengan apa yang terlihat: rumah, kendaraan, perhiasan, dan sebagainya walaupun itu semua hasil dari utang. Sebaliknya, kekayaan merupakan aset finansial yang tak terlihat dan belum menjadi barang.

Ketika kita selesai dengan rancangan kaya dan kekayaan, kita jadi tahu bahwa yang mesti diraih bahu-membahu merupakan kekayaan, bukan kaya. Sementara itu, untuk bisa meraih kekayaan, dikehendaki kesanggupan untuk menahan diri, bersedia menabung, dan berinvestasi. Bukan malah menghambur-hamburkan duit yang ditemukan cuma untuk terlihat kaya di hadapan orang lain.

Untuk bisa hingga pada tahap itu, kita mesti tahu batas, alias tahu kapan mesti berkata cukup. Dengan merasa cukup, kita akan terhindar dari kehendak untuk berlebih-lebihan dalam menggunakan uang. Dengan merasa cukup, kita sanggup menyaksikan secara jernih mana yang sungguh-sungguh kita perlukan dan mana yang tidak. Sehingga, sisa duit yang tidak digunakan sanggup menjadi dana simpanan dan investasi.

Ketika kita hendak melangkah ke tahap menabung dan berinvestasi, kita mesti percaya kepada kekuatan penumpukan. Housel menyarankan bagi siapa pun yang mau menabung dan menginvestasikan uangnya untuk memiliki keyakinan ini. Ia mencontohkan bagaimana Warren Buffet, penanam modal yang terkenal itu, kesukesannya dalam dunia investasi didasarkan pada kekonsistenannya. Buffet sudah mengawali seluruhnya sejak kecil. Lamanya waktu yang ia jalani inilah yang melahirkan penumpukan. Dan penumpukan itulah yang kemudian memberinya kekayaan.

Ini juga berlaku dalam menabung. Kata Housel, menabung bukan mengenai besarnya nilai nominal yang kita masukkan, melainkan kekonsistenan kita. Meski duit yang ditabung nilai nominalnya kecil, jikalau konsisten, penumpukan akan terjadi.

Pada akhirnya, beberapa sikap itu perlu ditumbuhkan demi meraih kekayaan. Sementara itu, apabila sikap kita berkebalikan dengan yang di atas: tidak pernah merasa cukup, senang pamer, dan tidak percaya pada penumpukan, kacaulah keadaan keuangan kita.

Kekayaan perlu diraih agar kita punya kontrol atas kehidupan kita. Atas apa yang ingin kita kerjakan. Atas waktu yang ingin kita gunakan. Karena faedah inilah yang menghasilkan hidup kita menjadi lebih suka dan sejahtera. Jangan hingga keuangan kita lemah sehingga kita tidak mendapat laba di atas. Namun, jangan pula keinginan untuk menguruk kekayaan menjadi berlebihan sehingga fungsi dari duit tidak sanggup kita rasakan.

Dalam buku ini, masih banyak lagi sikap dan tata cara berpikir yang mesti kita miliki untuk menjadi pengurus keuangan yang baik. Misal, bagaimana seharusnya kita menyaksikan kesuksesan dan kegagalan, merespon labilnya kita dalam kehidupan dan keuangan, hingga mengantisipasi gemarnya kita menggandakan sikap orang lain dalam menggunakan duit (khususnya saat berinvestasi).

Akhirnya, buku ini sungguh diusulkan bagi siapa pun yang ingin memperbaiki keadaan keuangan mulai dari level yang paling dasar, yakni dari sikap dan tata cara berpikir kita. Selamat membaca.

Ahmad Yazid
pengajar di IAIN Pontianak

Minggu, 25 Juli 2021

Ma'ruf Cahyono Sebut Tugas Dpd Dapat Lebih Besar Sejahterakan Rakyat

Maruf Cahyono
Foto: MPR

Jakarta
- Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono menyebut DPD selaku forum negara yaitu salah satu unsur kekuatan nasional dalam metode ketatanegaraan Indonesia. Dengan eksistensinya yang sungguh strategis, DPD dibutuhkan bisa memainkan kiprahnya secara optimal dalam merealisasikan tujuan nasional sebagaimana diamanatkan oleh para pendiri negara dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar NRI Tahun 1945.

"Untuk memainkan tugas yang lebih besar sesuai dengan hakikat keberadaannya, maka DPD mesti keluar dari perangkap normatif yuridis konstitusional yang telah secara limitatif dimandatkan oleh konstitusi. Karena menyaksikan sejarah pembentukannya, DPD lahir untuk tujuan yang lebih besar dalam rangka memperkokoh kedaulatan NKRI untuk merealisasikan kemakmuran penduduk (Respublika)," ungkapnya dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).

Dalam webinar dengan tema 'Optimalisasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dalam Rangka Penguatan Demokrasi di Indonesia' pada Sabtu (10/7), Ma'ruf menyodorkan makalah dengan judul 'DPD dalam Perspektif Ideologi dan Konstitusi'.

Ma'ruf menerangkan original intens lahirnya DPD dalam metode Ketatanegaraan Indonesia. Sebagai salah satu perangkat forum negara, kelahiran DPD dibutuhkan memiliki eksistensi dalam menemani proses berbangsa dan bernegara Indonesia, merekatkan keberagaman memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

Menurut Ma'ruf, selaku representasi daerah, eksistensi DPD dibutuhkan sanggup menjadi jembatan aspirasi dan agregasi kepentingan kawasan dalam pengambilan kebijakan nasional yang berorientasi tumbuhnya demokratisasi dan kemakmuran penduduk daerah. Harapan kemunculan DPD bisa terwujud kalau DPD mengoptimalkan kiprahnya dalam mensinergikan kebijakan pembangunan kawasan dan nasional secara komprehensif, integratif dan berkelanjutan.

"Oleh alasannya yaitu itu, membicarakan optimalisasi tugas DPD mesti dengan kacamata yang lebih luas, dengan menyaksikan latar belakang pembentukannya baik secara historis, filosofis, maupun sosiologis, sehingga sanggup menyaksikan tugas dan fungsinya secara komprehensif dan holistik," ujarnya.

"Karena itu, mengatakan wacana optimalisasi tugas DPD mesti dikembalikan terhadap kontekstualitas yang melatari pembentukannya yaitu merealisasikan cita negara persatuan, cita negara demokrasi, dan cita negara hukum," imbuh Ketua Keluarga Alumni Fakultas Hukum Unsoed ini.

Ma'ruf menyampaikan pada tataran supra struktur politik negara, DPD juga memiliki tugas penting yaitu selaku kekuatan penyeimbang dalam pelaksanaan checks and balances antar lembaga-lembaga negara. Sekarang tidak ada lagi satu forum yang memiliki kekuasaan yang sungguh powerful, semua forum negara memiliki kedudukan yang setara, yang membedakan yaitu fungsi-fungsinya yang suprematif atas mandat konstitusi.

"Checks and balances pasti tidak dalam konteks intervensi terlebih mencampuri kewenangan antar forum negara, tetapi dalam kontek membangun sinergi, kerja sama, kerja bergotong royong dalam satu visi merealisasikan tujuan nasional," jelasnya.

Ma'ruf menguraikan dalam konteks demokratisasi misalnya, DPD hadir selaku instrumen yang mewakili daerah, mewakili ruang hidup (wilayah), sehingga secara substansial prinsip dasar demokrasi Abraham Lincoln (dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat) sanggup terwujud dalam penyelenggaraan pemerintahan negara Indonesia.

Prinsip semua rakyat mesti terwakili yaitu esensi demokrasi substansial ala Indonesia yaitu sila ke empat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

"Dalam konteks demokrasi Indonesia, semua terwakili, tidak ada kepentingan rakyat yang ditinggalkan sebagaimana dalam metode MPR dulu, ada delegasi kawasan dan delegasi golongan. Sekarang ada Dewan Perwakilan Daerah, jadi peluangnya semua terwakili, semua kalangan dan golongan, secara filosofis mesti terwakili lewat reperentasi DPD," ujarnya.

Dengan fungsi representasi yang sungguh luas, lanjut Ma'ruf, eksistensi DPD juga mesti bisa berperan dalam pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Desentralisasi dan otonomi kawasan yaitu faktor yang sungguh penting alasannya yaitu terkait dengan mempertahankan persatuan bangsa dan kesatuan negara.

"Untuk itu lewat azas desentralisasi dan otonomi daerah, DPD selaku forum legislasi, mesti berperan dalam mensinergikan kebijakan pembangunan kawasan dan pusat," terangnya.

Selain itu, Ma'ruf menyertakan DPD memiliki tugas dalam merekat keberagaman dan kohesi sosial masyarakat. Menurutnya, kita bangsa yang bermacam-macam dan syarat perbedaan. Sifat perbedaan itu yaitu eksklusif, sehingga kalau tidak dikontrol dengan baik, maka eksklusifitas yang tajam akan bermetamorfosis pertentangan sosial dan ketidakpercayaan masyarakat. Ini potensial mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kalau cuma menyaksikan kewenangan DPD yang ada dalam Pasal 22D Undang-Undang Dasar NRI Tahun 1945, tentu akan terbatas pada mandat imperatif dan distribusi kekuasaan. Oleh alasannya yaitu itu DPD mesti dilihat secara kontekstual dalam kerangka metode bernegara. Bukankah para pendiri bangsa telah mengingatkan bahwa yang lebih penting yaitu semangat para penyelenggara negara," ujarnya.

"Terkait wilayah ruang hidup, kawasan kepulauan, perbatasan, sumberdaya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. Semua itu penting. Ini bangsa besar, tidak dapat semua dijalankan sendiri, ada kekerabatan kelembagaan yang mesti dioptimalkan, pasti mesti dalam koridor konstitusi. Itu tugas para senator menurut saya," sambungnya.

Pada bab akhir, Ma'ruf menampilkan catatan penegasan terkait implementasi tugas DPD dalam politik aturan kebijakan pembangunan kawasan yang mesti sinergi dengan kebijakan pembangunan nasional, upaya DPD merekatkan keberagamaan terkait paham radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Juga terhadap efektivitas pelaksanaan desentralisasi dan otonomi kawasan dalam rangka reorientasi dan sinergi kebijakan kawasan dan nasional untuk menjawab tantangan global. Reorientasi dan pembiasaan mutlak dilakukan jikalau DPD ingin mengoptimalkan perannya.

Selain Ma'ruf Cahyono, webinar yang diselenggarakan Advokat Alumni Unsoed (AAU) Purwokerto yang diprakarsai oleh Herry Suherman selaku Ketua AAU ini mendatangkan narasumber Dr. Abdul Kholik (Wakil Ketua Komite I DPD RI), Prof Dr. Muhamad Fauzan (Guru Besar Hukum Tata Negara). Bertindak selaku moderator yaitu Sugeng Riyadi (Dekan Fakultas Sosial, Ekonomi dan Humaniora, UNU Purwokerto).

Sabtu, 24 Juli 2021

Jokowi Hubungi Luhut 3 Kali Sehari Tanya Pertumbuhan Ppkm Darurat

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: KEMENKO MARVES)

Jakarta - Sudah lebih dari seminggu Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, diberi kiprah oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi koordinator PPKM darurat di Jawa dan Bali. Apresiasi pun disampaikan Luhut terhadap semua pihak yang sudah menampilkan dukungan.

"Beberapa pergantian baik yang kami lakukan nampak sudah mulai muncul, saya senantiasa bilang terhadap mereka bahwa ini kerja kita bersama, bukan cuma saya. Jika banyak yang merasa masih ada kelemahan dan kesalahan di beberapa hal, itu yakni tanggung jawab saya," tulis Luhut memulai ceritanya di akun Instagram @luhut.pandjaitan, Senin (12/7/2021).

Luhut memastikan pemerintah terus berupaya mencari penyelesaian atas permasalahan yang dihadapi. Pasokan oksigen, ketersediaan tempat, tidur hingga obat-obatan menjadi perhatian serius pemerintah.

Dia pun bercerita senantiasa dihubungi Jokowi setiap hari. Ada pesan penting yang kerap ditekankan Jokowi kepada Luhut.

"Bisa saya hitung bahwa setiap harinya 2-3 kali Presiden menghubungi saya untuk menanyakan pertumbuhan dan halangan dari kebijakan PPKM Darurat ini. Di tamat pembicaraannya, Presiden senantiasa menyodorkan terhadap saya selaku bawahannya agar senantiasa memprioritaskan kepentingan rakyat kecil. Jangan hingga ada penduduk yang sulit makan alasannya yakni ada pemberlakuan kebijakan ini, begitu kata beliau," kata jenderal purnawirawan Tentara Nasional Indonesia itu.

Pesan dari Jokowi itu dijadikan Luhut selaku bimbingan dalam melakukan tugas. Selain itu, Luhut berpesan terhadap semua pihak untuk menganalisa secara terorganisir di semua jenjang tentang penerapan PPKM darurat ini.

"Saya kira pengendalian pergerakan penduduk ialah aspek kunci kesuksesan kesibukan PPKM Darurat, selain penerapan prokes yang ketat di lapangan serta aksesibiltas vaksin di masyarakat," kata Luhut.

"Mari kita pergunakan energi besar kita ini untuk saling mendukung dan menolong seluruh langkah baik yang sedang diupayakan oleh banyak sekali pihak. Pada risikonya sejarahlah yang mau mencatat pertolongan para frontliners, relawan dalam menjinjing bangsa ini melawan pandemi global covid. Sejarah pula yang mau mencatat mereka yang lebih sibuk menjadi bab dari dilema ketimbang berupaya mencari solusi," sambung dia.

Simak video 'Langkah Pemerintah Hadapi Skenario Terburuk Pandemi COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



Jumat, 23 Juli 2021

Prabowo Bicara Lingkungan Strategis Ri: Kita Mesti Siap Senantiasa Diganggu

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto (tengah) bersiap mengikuti rapat kerja bareng  Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Tentara Nasional Indonesia Hadi Tjahjanto dan Komisi I dewan perwakilan rakyat di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/6/2020). Rapat kerja tersebut membahas kesiapan Kemhan dan Tentara Nasional Indonesia menghadapi bentuk bahaya keselamatan gres di Indonesia, kemajuan Prolegnas dan penyusunan peraturan pelaksana undang-undang negara di bidang pertahanan dan kesiapan Tentara Nasional Indonesia dalam pelibatan pengimplementasian tatanan kehidupan gres (new normal).  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Prabowo Subianto (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bicara soal apakah Indonesia ingin menjadi suatu negara mempunyai pengaruh atau lemah. Prabowo meyakini opsi secara biasa dikuasai bangsa Indonesia ingin menjadi negara kuat.

"The strong will do what they can, the weak suffer what they must. Pertanyaannya adalah, apakah bangsa Indonesia mau jadi strong, mau jadi kuat, atau mau jadi lemah? Kita mesti jujur, kita mesti baca diri kita. Kita kalau tiba ke dokter, kita periksa darah kita, kita dihentikan marah," kata Prabowo dalam webinar Optimalisasi Industri Pertahanan Dalam Konteks Kepentingan Nasional RI di Abad 21, Jumat (9/7/2021).

Indonesia, kata Prabowo, mesti berkaca pada diri sendiri jikalau ingin mengenali kesanggupan diri sendiri. Hal tersebut dianalogikan Prabowo seumpama investigasi kesehatan ke dokter.

"Kalau kita periksa darah kita sendiri, masa kita murka dengan hasilnya, ini akan menginformasikan terhadap kita bahwa kita ini dalam kondisi tidak kuat, tidak sehat. Kalau tidak kita kuat, kita hadapi bahaya virus lebih singkat kita hancur," ujarnya.

Prabowo meyakini secara biasa dikuasai penduduk Indonesia ingin negaranya menjadi kuat. Untuk menjadi negara kuat, Prabowo menganggap perlu memperkuat pertahanan negara.

"Jelas, opsi aku dan sebagian besar kalian, opsi seorang yang punya budi sehat, opsi bawah umur muda Indonesia, ingin Indonesia kuat," ucapnya.

Indonesia Harus Siap Selalu Diganggu

Menhan Prabowo Subianto juga bicara posisi strategis Indonesia dalam peta dunia. Posisi strategis ini menghasilkan Indonesia menurut Prabowo mesti siap senantiasa diusik oleh pihak lain.

"Tapi, Saudara-saudara, niat baik kita konsentrasi kita untuk membangun kemakmuran senantiasa mengalami gangguan. Kenapa? Karena memang bangsa Indonesia ini, Nusantara kita ini, memang sarat dengan kekayaan. Karena itu, selama ratusan tahun sejarah peradaban manusia, kawasan kita Nusantara kita ini, meskipun dahulu belum jadi satu negara, Nusantara kita senantiasa didatangi, senantiasa diganggu, senantiasa berupaya kekayaan kita dikuasai, bukan kita yang ke Eropa, mereka yang ke sini," kata Prabowo.

"Selalu kita dihadiri oleh kekuatan dari luar Nusantara ini, bisa disebut sepanjang sejarah kekuatan-kekuatan yang tiba ke sini dari mana-mana bisa kita rinci satu-satu ya kan," imbuhnya.

Gangguan yang tiba dari luar Indonesia, menurut Prabowo, terjadi sebelum dan setelah merdeka. Hal itu, menurut Prabowo, berhubungan dengan posisi strategis Indonesia di peta dunia.

"Juga gangguan-gangguan setelah kita merdeka, sebelum merdeka pun, jangan kita lupa, Portugis, Spanyol, Inggris dan seterusnya, jadi kalau kita lihat lingkungan strategis kita, kita senantiasa akan dan senantiasa dalam sejarah diusik dan lingkungan strategis kita menempatkan diri kita, bahwa diri kita mesti siap senantiasa diganggu," ujarnya.

Lihat juga video 'Survei: Eks Pendukung Prabowo di Pilpres Banyak yang Ogah Divaksin':

[Gambas:Video 20detik]



6 Fakta Ngeri Lebanon Didera Krisis Ekonomi Bagai Neraka

Krisis Ekonomi di Lebanon (Foto: Pool) Jakarta - Situasi krisis ekonomi di Lebanon kian parah hingga menghasilkan negara ini disebut baga...