DomaiNesia

Selasa, 27 Juli 2021

Palu 2 Kali Diguncang Gempa, Warga Diminta Berhati-Hati Gempa Susulan

Seismograf, alat pencatat getaran gempa. Ilustrasi gempa bumi
Seismograf, alat perekam getaran gempa (Robby Bernardi/detikcom)

Jakarta - Gempa bermagnitudo (M) 4,1 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, siang tadi. Gempa terasa kencang sampai warga berhamburan keluar dari rumah.

Kekuatan gempa dinikmati sedang oleh warga di Kabupaten Sigi. Warga di Kabupaten Sigi juga ketakutan dan keluar dari rumah.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan gempa terjadi hari ini (10/7/2021) pukul 14.57 waktu setempat. Meski gempa dirasa kencang sampai menghasilkan warga panik, BPBD Palu menyampaikan belum ada laporan kerusakan rumah warga.

BPBD Palu sampai di sekarang ini masih mengawasi suasana di lapangan dan melaporkan keadaan sudah mulai kondusif. Sementara itu, BMKG menunjukkan parameter gempa M4,1 dengan sentra gempa berada di darat 9 km arah selatan Kota Palu.

Gempa berkedalaman 7 km. BMKG juga melaporkan gempa tidak berpeluang tsunami.

Selang satu jam setelahnya, tepatnya pukul 16.36 waktu setempat, BMKG melaporkan adanya gempa susulan dengan magnitudo (M) 2.7. Pusat gempa susulan berada di darat 10 km arah selatan dari Kota Palu.

Ada Gempa Susulan

Dalam pemberitahuan pers Abdul Muhari, Palu dan Sigi juga diguncang gempa susulan selang satu jam sehabis gempa pertama, tepatnya pukul 16.36 waktu setempat. Gempa kedua bermagnitudo 2,7.

"Selang satu jam setelahnya, tepatnya pukul 16.36 waktu setempat, BMKG melaporkan adanya gempa susulan dengan magnitudo (M) 2,7. Pusat gempa susulan berada di darat 10 km arah selatan Kota Palu," kata Abdul.

Menurut BMKG, gempa yang terjadi ialah gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Palu Koro. BMKG mencatat kekuatan gempa dengan skala MMI di Palu dan Sigi berada pada III - IV MMI.

Menurut analisis InaRISK, Provinsi Sulawesi Tengah memiliki potensi ancaman gempa bumi dengan klasifikasi sedang sampai tinggi. Sebanyak 13 daerah tata kelola setingkat kabupaten dan kota atau seluas 416.501 hektar berada dalam potensi ancaman tersebut.

Sementara di Kota Palu, sebanyak 8 kecamatan atau 8.530 hektare memiliki potensi ancaman gempa bumi sedang sampai tinggi.

Kota Palu terletak pada jalur Sesar Palu Koro. Sejarah mencatat pada 2018 terjadi gempa M 7,5. Peristiwa tersebut juga diiringi tsunami dan likuifaksi dengan korban 4.340 jiwa.

"Melihat kajian di atas dan histori kejadian tragedi geologi di tempat ini, warga diminta senantiasa siaga dan berhati-hati kepada adanya potensi gempa susulan. BNPB juga terus memonitor dan berkoordinasi dengan BPBD lokal untuk mendapat info terkini terkait keadaan di lapangan," pungkas Abdul Muhari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

6 Fakta Ngeri Lebanon Didera Krisis Ekonomi Bagai Neraka

Krisis Ekonomi di Lebanon (Foto: Pool) Jakarta - Situasi krisis ekonomi di Lebanon kian parah hingga menghasilkan negara ini disebut baga...