DomaiNesia

Jumat, 16 Juli 2021

Mahfud Md Jawab Sentilan 'Dulu Ri Kirim Oksigen Ke India, Sekarang Impor'

Jakarta - Menko Polhukam Mahfud Md menjawab kritik wacana isu pemberian bantuan oksigen dari pemerintah ke India sementara waktu lalu. Mahfud menyampaikan pemberian bantuan di kelompok dunia internasional sudah biasa.

"Terkait dengan isu pemberian bantuan oksigen dari Indonesia ke India pada bulan Mei yang lalu, saya kira kalau kita membaca pemberitaan membaca sejarah wacana relasi antarnegara itu tidak menjadi masalah. Karena Indonesia pun sering memperoleh bantuan. Di dalam dunia internasional, itu biasa kalau ada sebuah negara itu kena musibah, ya kita bantu," ujar Mahfud dalam keterangan pers yang disiarkan di YouTube Kemenko Polhukam, Jumat (9/7/2021).

Mahfud mengungkapkan di saat itu India sedang mengalami lonjakan problem COVID-19, sementara Indonesia pada di saat mengantarkan bantuan tidak sedang terjadi lonjakan kasus. Mahfud menyampaikan di kelompok internasional biasa saja terjadi saling bantu di saat ada negara yang mengalami musibah.

"Pada waktu itu kan bantunya permulaan Mei di saat tingkat kesembuhan di wilayah kita itu nyaris senantiasa lebih tinggi dari terinfeksi sehingga pada waktu itu oksigen masih banyak, kemudian India sudah parah, Indonesia membantu," ujarnya.

Mahfud mencontohkan pemberian bantuan di kelompok dunia internasional sejatinya wajar, alasannya Indonesia juga pernah menemukan bantuan dari aneka macam negara di saat mengalami petaka tsunami di Aceh, gempa di Palu Sulawesi Tengah dan letusan Gunung Merapi di Yogyakarta. Sebaliknya, Indonesia juga pernah mengantarkan bantuan ke Jepang di saat terjadi tsunami dan mengantarkan bantuan ke Australia di saat terjadi kebakaran.

"Itu biasa saja, Indonesia juga pernah menolong Jepang negara kaya di saat ada tsunami kemarin Indonesia juga menolong Australia kemarin pada di saat terjadi kebakaran, itu sudah biasa dalam relasi internasional. Negara-negara itu punya program-program kemanusiaan, bantuan, obat, makanan itu sudah biasa," ungkapnya.

Lebih lanjut Indonesia juga sudah menemukan aneka macam bantuan dari internasional dalam pandemi COVID-19 ini. Ketika terjadi lonjakan problem di Indonesia seumpama di saat ini banyak negara juga sudah menampilkan bantuan dari mulai oksigen sampai pemberian vaksin.

"Jangan cuma menjumlah kita sudah mengeluarkan yang kita butuh, kita juga dibantu, dan pada di saat kita menolong itu dahulu Indonesia itu tidak sedang mengalami eksponensial seumpama kini ini. Sekarang pada di saat kita mengalami eksponensial beberapa negara sudah menampilkan bantuan, itu biasa dalam relasi internasional dimana setiap negara itu punya kegiatan kemanusiaan, kini itu sudah ada misalnya rencana-rencana bantuan yang masuk ke kita, tabung oksigen," tutur Mahfud.

Sebelumnya, pemerintah mengaku sudah merencanakan skenario terburuk jikalau komplemen problem harian COVID-19 meraih 40 ribu. Salah satu skenarionya merupakan dengan meminta bantuan pihak lain.

PKS menyinari tentang ketersediaan oksigen, yang masuk skenario terburuk pemerintah. PKS meminta pemerintah tidak cepat membuka keran impor oksigen.

"Kemarin sudah anggun kita mengirim gas oksigen ke India. Masak kini kita ingin impor. Padahal bibir kita belum kering benar membahas duduk kendala itu," kata anggota dewan perwakilan rakyat RI dari Fraksi PKS Mulyanto terhadap wartawan, Selasa (6/7/2021).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

6 Fakta Ngeri Lebanon Didera Krisis Ekonomi Bagai Neraka

Krisis Ekonomi di Lebanon (Foto: Pool) Jakarta - Situasi krisis ekonomi di Lebanon kian parah hingga menghasilkan negara ini disebut baga...