DomaiNesia

Rabu, 14 Juli 2021

Jokowi Hubungi Luhut 3 Kali Sehari Tanya Pertumbuhan Ppkm Darurat

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: KEMENKO MARVES)

Jakarta - Sudah lebih dari seminggu Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, diberi kiprah oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi koordinator PPKM darurat di Jawa dan Bali. Apresiasi pun disampaikan Luhut terhadap semua pihak yang sudah menampilkan dukungan.

"Beberapa pergantian baik yang kami lakukan nampak sudah mulai muncul, saya senantiasa bilang terhadap mereka bahwa ini kerja kita bersama, bukan cuma saya. Jika banyak yang merasa masih ada kelemahan dan kesalahan di beberapa hal, itu yakni tanggung jawab saya," tulis Luhut memulai ceritanya di akun Instagram @luhut.pandjaitan, Senin (12/7/2021).

Luhut memastikan pemerintah terus berupaya mencari penyelesaian atas permasalahan yang dihadapi. Pasokan oksigen, ketersediaan tempat, tidur hingga obat-obatan menjadi perhatian serius pemerintah.

Dia pun bercerita senantiasa dihubungi Jokowi setiap hari. Ada pesan penting yang kerap ditekankan Jokowi kepada Luhut.

"Bisa saya hitung bahwa setiap harinya 2-3 kali Presiden mengontak saya untuk menanyakan pertumbuhan dan halangan dari kebijakan PPKM Darurat ini. Di final pembicaraannya, Presiden senantiasa menyodorkan terhadap saya selaku bawahannya mudah-mudahan senantiasa memprioritaskan kepentingan rakyat kecil. Jangan hingga ada penduduk yang sulit makan sebab ada pemberlakuan kebijakan ini, begitu kata beliau," kata jenderal purnawirawan Tentara Nasional Indonesia itu.

Pesan dari Jokowi itu dijadikan Luhut selaku tutorial dalam mengerjakan tugas. Selain itu, Luhut berpesan terhadap semua pihak untuk mengevaluasi secara bersiklus di semua jenjang tentang penerapan PPKM darurat ini.

"Saya kira pengendalian pergerakan penduduk ialah aspek kunci kesuksesan kegiatan PPKM Darurat, selain penerapan prokes yang ketat di lapangan serta aksesibiltas vaksin di masyarakat," kata Luhut.

"Mari kita pergunakan energi besar kita ini untuk saling mendukung dan menolong seluruh langkah baik yang sedang diupayakan oleh aneka macam pihak. Pada alhasil sejarahlah yang hendak mencatat donasi para frontliners, relawan dalam menjinjing bangsa ini melawan pandemi global covid. Sejarah pula yang hendak mencatat mereka yang lebih sibuk menjadi cuilan dari perkara ketimbang berupaya mencari solusi," sambung dia.

Simak video 'Langkah Pemerintah Hadapi Skenario Terburuk Pandemi COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

6 Fakta Ngeri Lebanon Didera Krisis Ekonomi Bagai Neraka

Krisis Ekonomi di Lebanon (Foto: Pool) Jakarta - Situasi krisis ekonomi di Lebanon kian parah hingga menghasilkan negara ini disebut baga...